Cek! Inilah Cara Mengetahui Android Sudah di Root Atau Belum, Biar Nggak Nyesal Belakangan Hari!

Cara Mengetahui Android Sudah di Root Atau Belum
Cara Mengetahui Android Sudah di Root Atau Belum

Tutorial – Buat kamu pengguna Android, mungkin pernah dengar istilah root. Istilah ini cukup populer di kalangan pengguna yang suka mengutak-atik sistem HP. 

Root sendiri adalah proses yang memungkinkan pengguna mendapatkan akses penuh ke sistem Android, sehingga bisa melakukan berbagai pengaturan yang biasanya tidak bisa dilakukan oleh pengguna biasa.

Nah, kadang muncul pertanyaan seperti ini: “HP aku sudah di-root atau belum ya?” 

Apalagi kalau kamu membeli HP bekas atau second

Kita tentu tidak selalu tahu riwayat penggunaan perangkat tersebut sebelumnya. Bisa saja pemilik sebelumnya sudah melakukan root tanpa kita sadari.

Karena itu, penting banget untuk tahu cara mengecek apakah HP Android kamu sudah di-root atau belum. 

Tenang saja, prosesnya sebenarnya tidak ribet kok. 

Bahkan ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan dengan sangat mudah, baik menggunakan aplikasi tambahan maupun tanpa aplikasi sama sekali.

Di artikel ini kita bakal bahas beberapa metode yang bisa kamu coba. Jadi, kalau kamu penasaran dengan status root di HP kamu, yuk simak penjelasan lengkapnya sampai selesai.

Cara Mengetahui HP Sudah di Root atau Belum

Sebelum masuk ke cara pengecekan, ada baiknya kita sedikit bahas dulu kenapa banyak orang melakukan root pada perangkat Android mereka.

Salah satu alasan paling umum adalah karena pengguna ingin menghapus aplikasi bawaan yang tidak bisa dihapus secara normal. 

Kamu pasti pernah kan merasa kesal karena HP penuh dengan aplikasi bawaan pabrik yang jarang dipakai, tapi tidak bisa dihapus?

Nah, dengan melakukan root, pengguna bisa menghapus aplikasi tersebut sehingga ruang penyimpanan menjadi lebih lega

Selain itu, root juga memungkinkan pengguna untuk memodifikasi sistem, menginstall custom ROM, sampai meningkatkan performa perangkat.

Namun di sisi lain, tidak semua orang sadar apakah perangkatnya sudah di-root atau belum. Maka dari itu, berikut beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk mengeceknya.

Mengecek Root Menggunakan Aplikasi

Cara paling praktis untuk mengetahui status root pada Android adalah dengan menggunakan aplikasi khusus. Saat ini sudah banyak aplikasi yang memang dibuat untuk melakukan pengecekan tersebut.

Salah satu aplikasi yang paling populer adalah Root Checker

Aplikasi ini cukup ringan dan sangat mudah digunakan, bahkan untuk pengguna yang belum terlalu paham soal teknis Android.

Langkah-langkahnya juga simpel:

Pertama, kamu tinggal buka Google Play Store, lalu cari aplikasi Root Checker. Setelah itu unduh dan install seperti biasa.

Jika aplikasinya sudah terpasang, buka aplikasinya lalu tekan tombol Verify Root. Dalam beberapa detik, aplikasi akan langsung melakukan pengecekan pada sistem Android kamu.

Jika HP kamu sudah di-root, biasanya akan muncul notifikasi yang menyatakan bahwa perangkat memiliki akses root. 

Tapi kalau belum di-root, aplikasi akan memberi tahu bahwa sistem masih dalam kondisi normal.

Selain Root Checker, kamu juga bisa menggunakan aplikasi lain yang fungsinya hampir sama, yaitu Root Verify.

Cara penggunaannya juga tidak jauh berbeda. Setelah mengunduh aplikasinya dari Play Store, buka aplikasi tersebut lalu tekan tombol Check. Sistem akan langsung memeriksa apakah perangkat kamu memiliki akses root atau tidak.

Metode ini termasuk yang paling mudah dan cepat, jadi cocok banget buat kamu yang tidak ingin ribet.

Mengecek Root Melalui Pengaturan HP

Selain menggunakan aplikasi, sebenarnya kamu juga bisa mengecek status root melalui menu pengaturan di HP Android.

Cara ini memang tidak selalu tersedia di semua perangkat, tapi tetap patut dicoba.

Langkah pertama, buka menu Pengaturan di HP kamu. Biasanya ikon pengaturan berbentuk roda gigi dan bisa ditemukan di layar utama atau di daftar aplikasi.

Setelah masuk ke menu pengaturan, coba scroll ke bawah sampai menemukan menu Tentang Ponsel atau Informasi Perangkat

Nama menu ini bisa berbeda tergantung merek dan tipe HP yang kamu gunakan.

Setelah masuk ke bagian tersebut, coba lihat apakah ada informasi yang menunjukkan status sistem atau akses root.

Pada beberapa perangkat, informasi ini bisa terlihat langsung di bagian status sistem. 

Jika tidak ada informasi apa pun mengenai root, kemungkinan besar perangkat tersebut masih dalam kondisi normal atau belum di-root.

Walaupun metode ini tidak selalu memberikan hasil yang jelas, tapi tetap bisa menjadi langkah awal untuk melakukan pengecekan.

Mengecek Root Menggunakan Terminal atau ADB

Kalau kamu termasuk pengguna yang lebih suka cara teknis, ada metode lain yang bisa dicoba yaitu menggunakan Terminal Emulator atau ADB (Android Debug Bridge).

Cara ini biasanya dipakai oleh pengguna yang lebih berpengalaman karena sedikit lebih teknis dibandingkan metode sebelumnya.

Jika menggunakan Terminal Emulator, kamu bisa mengunduh aplikasi tersebut dari Play Store terlebih dahulu. Setelah terpasang, buka aplikasinya lalu ketik perintah berikut:

su

Perintah su merupakan singkatan dari superuser. Jika setelah mengetik perintah tersebut muncul prompt baru tanpa pesan error, berarti perangkat kamu kemungkinan besar sudah di-root.

Namun jika muncul pesan error atau perintah tidak dikenali, berarti perangkat tersebut belum memiliki akses root.

Selain menggunakan Terminal Emulator, kamu juga bisa melakukan pengecekan lewat ADB menggunakan komputer.

Caranya, hubungkan HP ke komputer menggunakan kabel USB. Setelah itu buka Command Prompt atau Terminal di komputer, lalu ketik perintah berikut:

adb shell

Setelah masuk ke shell Android, ketik lagi perintah:

su

Jika muncul simbol #, itu menandakan bahwa perangkat memiliki akses root. Sebaliknya, jika tidak ada perubahan atau muncul pesan error, berarti HP kamu belum di-root.

Kerugian Menggunakan Android yang Sudah di Root

Walaupun root memberikan kebebasan lebih dalam mengatur sistem Android, ternyata ada beberapa risiko yang perlu kamu pertimbangkan juga.

Salah satu yang paling sering dibahas adalah garansi ponsel bisa hilang

Biasanya, produsen tidak akan memberikan layanan garansi jika perangkat sudah dimodifikasi melalui proses root.

Jadi kalau HP kamu masih dalam masa garansi, sebaiknya pikirkan matang-matang sebelum melakukan root.

Selain itu, perangkat yang sudah di-root juga cenderung lebih mudah mengalami panas berlebih. Hal ini sering terjadi karena pengguna memasang custom ROM atau tweak sistem yang membuat kinerja prosesor lebih berat.

Tidak hanya itu, risiko keamanan juga bisa meningkat. 

Sistem keamanan bawaan Android biasanya akan menjadi lebih longgar setelah perangkat di-root.

Akibatnya, virus atau malware lebih mudah masuk ke dalam sistem jika pengguna tidak berhati-hati saat menginstall aplikasi atau file dari sumber yang tidak jelas.

Karena itulah, root memang memberikan kebebasan, tapi tetap harus digunakan dengan bijak.

Kesimpulan

Mengetahui apakah HP Android sudah di-root atau belum sebenarnya tidak sulit. 

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, mulai dari menggunakan aplikasi seperti Root Checker, mengecek melalui pengaturan HP, hingga menggunakan metode teknis seperti Terminal Emulator atau ADB.

Bagi kamu yang membeli HP bekas, pengecekan ini sangat penting supaya kamu tahu kondisi sistem perangkat yang sedang digunakan.

Kalau ternyata HP kamu sudah di-root, tidak perlu panik. 

Yang penting kamu memahami konsekuensinya dan menggunakan perangkat dengan lebih hati-hati.

Semoga penjelasan ini bisa membantu kamu memahami cara mengecek status root pada Android dengan lebih mudah.

Selamat mencoba, dan semoga berhasil!